Dari penyandang disabilitas, oleh penyandang disabilitas, dan untuk penyandang disabilitas.

Yayasan Kita Juga (SANKITA)
Manggarai Barat dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan telah lama menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat setempat. Namun, di balik besarnya potensi tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman nyata dan berbagai risiko lingkungan. Perubahan iklim, degradasi lingkungan, hingga potensi bencana alam menjadi tantangan serius yang sewaktu-waktu dapat membawa dampak buruk terhadap kelangsungan hidup, mata pencaharian, kondisi infrastruktur, serta keselamatan kelompok masyarakat yang paling rentan.
SANKITA hadir untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat setempat. Upaya untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana ini diwujudkan melalui serangkaian inisiatif berkelanjutan, seperti edukasi, peningkatan kapasitas komunitas, serta pengembangan strategi adaptasi dan mitigasi yang tepat guna.
Lebih dari itu, SANKITA juga terus mendorong program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara selaras dan berkelanjutan.
Pengurangan Risiko dan Kesiapsiagaan Bencana
SANKITA membantu masyarakat dan pemerintah desa untuk mengenali berbagai jenis ancaman dan risiko bencana yang terdapat di wilayah mereka. Melalui pelatihan, masyarakat diperkenalkan pada jenis-jenis bencana, faktor penyebab dan risikonya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak bencana.
SANKITA memberikan pelatihan tanggap darurat bencana agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Masyarakat belajar mengenai tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, termasuk evakuasi, pertolongan awal, komunikasi darurat, dan koordinasi masyarakat.
Bersama masyarakat dan pemerintah desa, SANKITA juga mendorong pemetaan potensi dan risiko bencana di tingkat desa. Pemetaan membantu masyarakat mengenali wilayah rawan bencana, kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, sumber daya yang tersedia, serta jalur dan lokasi evakuasi.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, SANKITA memfasilitasi simulasi penanggulangan dan evakuasi bencana. Melalui simulasi, masyarakat dapat mempraktikkan prosedur tanggap darurat, membangun koordinasi antarwarga, serta menguji kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi bencana.
Penanggulangan Bencana Inklusif
SANKITA mendorong penanggulangan bencana yang inklusif, dengan memastikan bahwa setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi, perlindungan, bantuan, dan layanan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
SANKITA menyadari bahwa penyandang disabilitas dapat menghadapi hambatan yang lebih besar dalam situasi bencana, seperti keterbatasan dalam memperoleh informasi peringatan dini, kesulitan melakukan evakuasi, keterbatasan akses terhadap tempat pengungsian, serta hambatan dalam memperoleh layanan dasar dan bantuan kemanusiaan.
Karena itu, SANKITA mendorong agar kebutuhan dan kemampuan penyandang disabilitas diperhitungkan sejak tahap perencanaan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Pendekatan penanggulangan bencana inklusif dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk:
Penguatan Unit Layanan Disabilitas
Sebagai bagian dari upaya membangun sistem yang lebih inklusif, SANKITA juga mendukung penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat kabupaten. Penguatan ULD diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan koordinasi dalam memberikan layanan kepada penyandang disabilitas, termasuk dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
SANKITA mendorong agar lembaga pemerintah, masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, dan pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja bersama untuk memastikan bahwa kebutuhan penyandang disabilitas menjadi bagian dari kebijakan dan sistem penanggulangan bencana.
Pengetahuan Lokal dan Ketahanan Masyarakat
SANKITA menghargai pengetahuan lokal dan pengalaman masyarakat sebagai sumber penting dalam membangun ketahanan komunitas. Masyarakat memiliki pengetahuan tentang lingkungan, perubahan kondisi alam, tanda-tanda bahaya, serta cara-cara yang selama ini digunakan untuk menghadapi berbagai risiko.
Pengetahuan tersebut dipadukan dengan pendekatan pengurangan risiko bencana dan informasi ilmiah sehingga masyarakat dapat mengembangkan strategi kesiapsiagaan yang sesuai dengan kondisi lokal.
Melalui berbagai upaya tersebut, SANKITA berupaya membangun masyarakat yang lebih sadar terhadap risiko, lebih siap menghadapi bencana, mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, serta mampu melindungi seluruh anggota masyarakat tanpa terkecuali.
Bagi SANKITA, bencana dapat berdampak kepada siapa saja, tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan dan akses yang sama untuk menghadapi bencana. Karena itu, penanggulangan bencana harus inklusif dan memastikan tidak seorang pun ditinggalkan.

SANKITA terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, lembaga pendidikan, komunitas, organisasi penyandang disabilitas, media, dan berbagai pihak lainnya.
Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan kekuatan yang dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan.
Pemerintah
Lembaga Donor
Organisasi Masyarakat Sipil
Sektor Swasta
Lembaga Pendidikan
Komunitas
Organisasi Penyandang Disabilitas
Media
Organisasi Kemanusiaan
dan Berbagai pihak lainnya.
Kami terbuka untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program SANKITA, menjajaki peluang kerja sama, menyampaikan pertanyaan, memberikan informasi, atau berdiskusi mengenai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, silakan menghubungi kami.
SANKITA mengajak Anda untuk menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Manggarai Barat yang inklusif, mandiri, tangguh, sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.